Kesenian tradisional di suku ambon

 

Kesenian suku ambon : Seni tari suku ambon adalah salah satu Berita Ambon terkini
Salah satu tarian yang sangat terkenal datang dari suku ambon ialah tari bambu tak waras atau dalam masyarakat suku ambon dinamakan sebagai buluh tak waras atau bara suwen. Untuk mengawali tarian ini, sang pawang akan menyimak mantra dalam bahasa tanah guna memanggil roh melewati asap kemenyan yang dihembuskan ke arah bambu. Bambu itu harus dipegang oleh sejumlah pria dewasa sebab akan bergoyang goyang seolah sedang mengila.

Karakteristik suku ambon :
. Senyum Nomor 1

Orang Ambon, dalam pandangan umum, disebutkan atau dinilai sangar atau lumayan seram. Tetapi, bukankah orang Ambon tersebut murah senyum? Jangan tanya soal senyumnya orang Ambon, terutama putri-putri Ambon. Senyumnya pasti manis dan menawan. Kalau tidak percaya, jajaki perhatikan!

2. Humoris

Sedang kecil hati ? Mintalah pada rekan orang Ambon guna membawakan suatu kisah mob, dipastikan Anda bakal langsung fresh laksana baru berlalu gajian. Tidak terdapat orang Ambon yang melewatkan harinya tanpa tertawa, sebisa barangkali mereka bakal tertawa sekalipun tidak ada urusan lucu.

3. Terlalu Sayang

Itu bukan ungkapan guna anak – anak alay. Orang Ambon punya idealisme yang tinggi soal merealisasikan kasih dan rasa kekeluargaan sekalipun lain suku, bahkan agama. Rasa sayang yang paling mendalam baik dalam keluarga, pertemanan, bahkan hubungan ‘spesial’. Karena orang Ambon senang bergotong-royong.

4. Volume Suara, Seperti Tifa Tahuri

Nah, seringkali orang luar tidak jarang menilai orang Ambon tersebut identik dengan marah-marah sebab aksen dialek yang tidak jarang hekar (berteriak/ kasar). Sehingga, dunia premanisme akrab dengan mereka. Padahal tersebut tidak tidak banyak pun berisi amarah.

Kelihatan mereka laksana marah-marah, ternyata tidak. Orang bilang, tersebut karena pembawaannya, bukan sebab marah atau benci.

5. Kalau Marah, Pasti Ada Ultimatum 2 Kali

Hal ini sangat sering terjadi di nyaris semua kalangan, baik orang tua terhadap anak muda dan sesama anak muda. Salah satu kelaziman orang Ambon ialah memberi ultimatum.

Kesalahan yang diciptakan orang lain dirasakan angin kemudian dan respon yang terbit hanyalah ‘oh, tidak apa-apa, tidak masalah kok, tidak boleh diulangi lagi, ya!

Jika terulang yang kedua kalinya bakal diberi ultimatum untuk tidak boleh sampai terjadi kekeliruan berikut. Kalau tersebut pun masih dilanggar, tentu ada risikonya.

6. Anak Kecil, Remaja, Dewasa, Bahkan Oma Opa Semua Jago Masak

Ini yang sangat tidak diketahui tidak sedikit orang luar. Memasak tersebut bukan tradisi, tapi andai tidak terdapat yang tau masak, bersiaplah guna mendapat ‘pujian’ pedas dari orang lain.

Khusus perempuan, urusan ini sangat urgen karena andai waktu apel di lokasi tinggal calon suami dan si mertua menguji dengan teknik memasak, bersiaplah guna mengadu skill dalam urusan memasak itu.

7. Orang Ambon Tidak Bisa Lihat rekannya/ kerabatnya Hidup Susah

Orang Ambon memang orang yang tidak tegaan terhadap penderitaan orang lain. Kalau menyaksikan orang beda susah, tentu mereka akan tolong sejauh mereka bisa. Itulah deviden berteman dengan orang Ambon.

8. Orang Ambon Tidak Takut pada Ancaman, Teror, Peluru, atau Tembakan sekalipun

Orang Ambon tersebut itu dasarnya pemberani. Mereka tidak fobia terhadap siapa pun. Prinsipnya, mereka melulu takut pada orang tua dan Tuhan, beda tidak.

Tidak heran bila mereka tidak fobia keroyokan atau apa pun format premanisme lainnya. Menghadapi musuh atau orang yang dirasakan musuh, mereka tidak gentar, mereka bakal maju melawannya, meskipun nyawa dan luka-luka taruhannya.

9. Jam Karet

Orang Ambon itu tidak sedikit hal baik-baik. Banyak orang suka dengan orang Ambon dan senang bersahabat dengan mereka.

Artinya, orang Ambon tersebut punya tidak sedikit kelebihan. Tetapi, terdapat satu urusan dapat disebutkan sebagai kekurangan ialah kental dengan jam karetnya. Setiap terdapat pertemuan, tentu saja terlambat datangnya.

Leave a Comment