Review Film Spectre: Film Bond Terakhir Daniel Craig?


The Plot

Film dimulai dengan tampilan luar biasa Day of The Dead di Mexico City yang berlanjut dengan susunan single shot sampai tidak cukup lebih 10-15 menit membuka film dengan Bond sukses membunuh di antara anggota komplotan penjahat internasional sebelum lantas dilanjutkan dengan credit title.

Kemudian cerita berpindah ke markas besar dinas ketenteraman di Inggris. Sistem baru surveillance system bakal segera digiatkan dan seluruh dinas ketenteraman nasional dibulatkan di bawah kepemimpinan C. Program double O juga dihentikan. Bond yang diskors juga akhirnya mesti berusaha sendiri mengungkap rumitnya liku-liku konspirasi internasional.

Ditemani Dr. Swann, anak dari mantan anggota komplotan internasional tersebut, Bond berusaha untuk mengungkap dan menghentikan rencana jahat komplotan itu yang lantas diketahui mempunyai nama Spectre.

Review film Spectre menurut keterangan dari gw:
What is really good about the movie:

Bond in Mexico

The first 10-15 minutes single shot yang canggih banget dari openingnya Spectre ini pantas banget jadi dalil nonton film ini. Mulai dari meriahnya Day of The Dead, dilanjut dengan Bond masuk kamar hotel dengan seorang wanita dan dia terbit buat ngejar penjahat dan diblokir dengan adegan helikopter yang… Aaargh! Kalian mesti lihat sendiri deh. Apalagi pas adegan dia baru terbit dari kamar hotel dan jalan, bookkkk…. gw mupeng berat ama suitnya, celananya, sepatunya! Hahaha. Penampilannya Bond paripurna! 😛

Bond Spectre

Selain tersebut sepanjang film bertaburan aksi-aksi yang canggih banget, mulai dari kejar-kejaran mobil di jalanan Roma yang ohmygod! Gw yang kini udah dapat nyetir mobil jadi ikutan ngebayangin sedang di balik kemudi dan kejar-kejaran. Boys will always be boys sih ya… Lihat maenan mobil di layar rasanya dapat ikut jadi jagoan. Dan dapat gw bilang aksi kejar-kejarannya inovatif.

Selain tersebut aksi jasmani Daniel Craig sendiri sebagai Bond masih tetep tampil kayak masa-masa Casino Royale dulu. Btw, alesan kalo Daienl Craig yang jadi Bondnya dapat jadi dalil terbesar gw nonton film ini sebab masa sebelum Craig, Bond tersebut gak unik sama sekali. Gak realistis. 😛
Di samping itu, tempat-tempat yang jadi latar belakang filmnya eksotis-eksotis! Gw suka banget deh, mulai dari Mexico, Austria hingga padang Afrika, well ofkors lah ya Inggris. 😛 Jadi berasa disuruh jalan-jalan keliling dunia. Hihihi. Kenyataannya sih gak belom terlampau seneng jalan-jalan. 😛
Monica Belucci! Ah gimana gw dapat lupa sih ya, meskipun kayaknya gak urgen ada figur Lucia ato nggak, namun yang tentu lihat Monica Belucci sesudah sekian lama rasanya kok ya BAHAGIA! Meskipun dia telah terlihat lebih tua dewasa, namun tetep cantik banget bokk. Tapi sesudah adegan terakhir yang terdapat dianya, gw jadi bertanya-tanya, bikin apa terdapat dia? 😛
The Nay

Nah sebab udah kisah bagusnya, kini giliran gak bagusnya deh ya.

Dari mulai opening credit title deh. Kalo dibanding sama Casino Royale, berasa kayak adegan semi porno dengan tentakel gurita dimana-mana. Hihihi. Banyak bener siluet dan unsur tubuh wanita bertebaran sepanjang opening title diiringi lagunya Writing on The Wall yang dinyanyiin sama Sam Smith. Karena gw baru nonton Bond mulai dari Casino Royale, seinget gw lagu-lagunya film Bond dinyanyiin cewek gak sih? Jadi surprise lah pas denger suara Sam Smith, cuman dengan ilustrasi tersebut tadi, daging dan siluet dimana-mana jadinya berasa aneh.

Dari ceritanya. Berdasarkan keterangan dari gw ceritanya kok mudah ketebak banget. Paling gak, kalo dibandingin ama Skyfall yang surem gelap dan kesudahannya kehilangan M-nya Judi Dench di situ. Ceritanya Spectre ini biasa banget menurut keterangan dari gw mah. Cerita special agent mesti mengungkapkan durjana dunia dan akhirnya kebajikan menang. Penjahatnya siapa pun udah ketebak. Yang buat gengges nih, kayak gak terdapat motif yang powerful banget dari si penjahatnya mengapa kok dia mengerjakan ini semua. Cuman karena Bond disayang sama bapaknya di masa kecil aja kayaknya. Eh apa tersebut udah lumayan kuat ya? Gaktahu deh, menurut keterangan dari gw tidak cukup greget aja alasannya.

Apalagi kehadiran C yang tiba-tiba jadi kayak spoiled little brat yang nyebelin banget. Gak pas aja sih menurut keterangan dari gw.

Selain tersebut apa ya.. Oh iya, si Dr. Swann yang jadi pendampingnya Bond, tampil kesatu kali dengan lumayan kuat. Karakternya mandiri, dapat ikut dalam petualangannya si Bond, namun gak mesti jatuh dalam stereotipe yang (sepertinya) kesudahannya ditiduri. Eh tapi berakhir ngalahin musuhnya di kereta, yagitu juga. Gak jadi canggih deh. Bahahaha. Kan canggih aja kalo figur wanitanya itu dapat lepas dari daya tarik Bond kan.

Selain tersebut referensi ke film-filmnya Bond yang sebelumnya seolah inginkan membangun kisah yang kompleks, gelap dan berkseinambungan halah, namun gaga. Total. Gambar-gambar yang dipungut dari film-film mula-mula rasanya cuman ditempelin doang. Gak urgen dan terdapat ato gak ada tersebut semua kayaknya bakalan gak ngaruh ke ceritanya.

Trus musuh besarnya yang jadi tema borongan inti cerita, kalahnya ya cuman gitu doang. Iya cuman gitu doang. Bah!! Padahal eksyen sebelumnya mah keren. Huhuhu…. Btw oh btw, gw kangen Mnya Judi Dench. Si Ralph Fiennes sih oke jadi M, namun kok ya gitu doang sih. Kurang garang ah M!

Sama ini nih, si Q yang pernah tampil memesona di film sebelumnya, di film ini jadi kayak nerd-awkward-geek yang cuman jadi pelengkap. Padahalan kalo dia dikasih peran yang lebih serius bakalan jadi canggih banget.

Dengan susunan cerita-cerita sebelumnya yang dimasukkan dan benang merah di akhir film, rasanya Daniel Craig kok gak akan sesuai ngelanjutin ceritanya Bond lagi ya. Kalo masih Daniel Craig sih gw masih bakal nonton, sebab gw mulai nonton dan (agak) suka sama Bond ya mulai dari si Daniel Craig.

Tonton dan Download Film Ini segera di Layarkaca21, agar anda lebih terhibur dari sekedar cerita.

Leave a Comment